Minggu, 03 Januari 2010
Berenang di tahun baru
Baca Selengkapnya...
Diposkan oleh Icha di 12:30 2 komentar Link ke posting ini
Label:
Liburan
Minggu, 30 Agustus 2009
Sempitology Elimob
Dua guru Besar ilmu penyakit saraf Prof. Dr. Catur Soegondo dan Dr. David Guendelman dari University of Atlanta menemukan penyakit aneh yang bernama Sempitology Elimob.
SEMPITOLOGY ELIMOB adalah penyakit mabuk darat dan laut yang disebabkan oleh banyaknya penumpang kendaraan yang berdesak-desakkan. Jika anda, istri atau anak-anak anda mengalami SEMPITOLOGY ELIMOB saat berpergian jauh, maka
hal itu akan menganggu liburan anda sekeluarga. Dan penyakit Sempitology Elimob ini bisa menyerang siapa saja. Menurut dr. Eko Sapto Adijogo, penyebab terjadinya SEMPITOLOGY ELIMOB adalah kelelahan fisik di atas kendaraan akibat banyaknya penumpang yang berdesak-desakan dan Mobil yang terlalu kencang. Ini mengakibatkan tubuh lemes, pusing-pusing dan masuk angin serta muntah-muntah. Di bawah ini Tips untuk mengatasi penyakit SEMPITOLOGY ELIMOB.
Jika anda dalam situasi berdesakan, maka keluarkanlah parfum yang anda miliki (maaf, yakni kentut anda) biar orang-orang yang duduk di sekitar anda sedikit bergeser. Jika Mobil terlalu kencang, pejamkanlah mata anda dan biarkan kepala tetap rileks. Dan kalau perlu marahlah pada sopirnya. Cara yang lain boleh anda tambahkan sendiri agar anda terhindar dari SEMPITOLOGY ELIMOB
.
Baca Selengkapnya...
Diposkan oleh Icha di 22:57 0 komentar Link ke posting ini
Label:
diary
Bingung Harus Memilih
Alhamdulillah bulan depan ini aku akan di wisuda dan tentunya aku akan menyandang gelar Sarjana. Kelulusan yang sudah di depan mata ini seharusnya menjadikanku bahagia tapi kenyataanya ini malah sebaliknya. Semua manusia hanya bisa berencana tapi tetap saja Allah yang menentukan. Empat tahun di bangku perkuliahan menyandang status mahasiswa sedikit membuatku bangga dan kini ternyata tibalah saatnya aku akan kembali ke masyarakat dengan mengabdikan diri sebagai orang yang berperdidikan. Tentu ini tidak mudah bagiku. Apalagi hidup di tengah masyarakat awam yang masih sangat memperhatikan satu sama lain. Namun aku besyukur masih banyak orang-orang yang peduli dengan keadaanku, termasuk orangtua yang sangat mendukung aku dan meinginkan aku untuk menempuh pascaSarjana. Tapi itulah masalah yang sedang aku alami. Aku yakin kuliah pasca sarjana membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan aku akan malu jika aku harus selalu meminta orangtua. Sedangkan selama ini aku belum bisa membahagiakannya. Yang paling membuatku bingung adalah keinginan orang tua agar aku melanjutkan S2. Di sisi lain beliau juga menginginkan aku untuk segera menikah agar beliau tak lagi selalu menghawatirkanku karena otomatis sudah ada yang menjagaku. Namun sampai sekarang pun juga belum ada pria yang serius untuk melamarku. Untunglah keluargaku sepenuhnya mengerti keadaanku. Sekarang aku ingin bekerja dan mengamalkan ilmu yang ada. InsyAllah dengan bekerja keras dan sungguh-sungguh, aku pasti ada jalan untuk membuktikannya. Amin! insyallah.
Baca Selengkapnya...
Diposkan oleh Icha di 21:21 0 komentar Link ke posting ini
Label:
diary
Sabtu, 29 Agustus 2009
Tamu Istimewa, Dialah Ramadhan
Semoga Allah memberikan umur kepada kita untuk menikmati jamuan-Nya. Jamuan ini yakni datangnya bulan Ramdahan. Inilah jamuan Allah yang membuat orang putus harapan menjadi semangat; yang putus asa menjadi bangkit; yang hampir lumpuh semangatnya menjadi berkobar. Janji-janji Allah di bulan Ramadhan begitu dahsyat. Seumpama benih yang telah mati, ia tiba-tiba di beri pupuk yang mampu membangkitkan kekuatan dahsyat. Apapun yang layu akan dibuatnya tegar kembali.
Kalaulah kita banyak menghadapi hidup dengan rasa berat, seakan-akan tipis harapan, maka Ramadhan adalah saat dimana Allah tidak akan mengecewakan hamba-Nya yang berharap keberkahan bulan ini.
Seharurnya kita bersimbah air mata karena merasa sangat ingin menikmati jamuan Allah SWT pada bulan Ramdhan kali ini. Ini seperti saat kita melihat seorang dermawan yang kaya raya dan mulia akhlaknya yang akan menjamu seseorang. Kita akan merasa gembira sekiranya kita diundang atau dijamu oleh orang yang sangat kita segani ini.
Apalagi Ramadhan bukanlah jamuan dari makhluk, tapi langsung jamuan dari pencipta alam semesta, sang maha tahu lumuran dosa kita, sang maha tahu segala derita dan harapan kita. Amatlah rugi andaikata kita tidak termasuk orang yang merasa sangat ingin memasuki Ramadhan ini dalam keadaan siap.
Sungguh sangat rugi andaikata kita tidak bergembira ria, tidak bersemangat dalam menghadapi hidup ini. Ramadhan diawali dengan adzan berkumandang. Itulah saat syetan dibelenggu. Itu adalah masa dimulainya hitungan amal, dibukanya pintu-pintu surga, dan ditutupnya pintu-pintu neraka. Maka sudah selayaknya kita mengharapkan agar Allah menjamu kita dengan menyiapkan diri kita untuk menjadi orang yang layak dijamu.
Baca Selengkapnya...
Diposkan oleh Icha di 06:12 0 komentar Link ke posting ini
Rabu, 26 Agustus 2009
Mengatur Waktu
Setiap desah nafas kita dalam menjalani waktu demi waktu merupakan langkah menuju kematian. Alangkah ruginya bila disaat menjalani sesuatu yang berharga, kita kemudian menyia-nyiakannya. Orang yang bodoh adalah orang yang jika diberikan modal, modalnya dihamburkan sia-sia. Begitu juga kita. Jika sudah diberi modal waktu, kita cenderung menghambur-hamburkannya. Maka kita termasuk orang yang bodoh.
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan menjalankan amal soleh dan saling menasehati dan mentaati kebenaran dan kesabaran."(QS. Al-Ashr 1-3)
Orang yang pasti beruntung adalah orang yang mencari, mengamalkan dan mendakwahkan kebenaran. Serta ia juga sabar dalam menegakkan kebenaran. Mengatur waktu dengan baik agar tidak sia-sia adalah dengan mengetahui dan mempetakan mana yang wajib, mana yang sunah dan mana yang mubah. ketenangan tidak harus dengan diam. Ketenangan bisa kita dapatkan dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui sholat dan dzikir. Sekecil apapun perbuatan Rasuluallah, ia bebas dari kesia-siaan. Ia efektif dan penuh makna.
Ramadhan ini adalah wahana yang paling tepat bagi diri kita untuk meningkatkan kualitas pemahaman kita terhadap kebenaran sehingga iman kita bertambah. Kita tingkatkan kualitas amal kita sehingga menjadi produktif. Kita tingkatkan kualitas akhlak kita sehingga menjadi suri tauladan dan kita tingkatkan kualitas kesabaran kita dalam menetapi kebenaran.
Baca Selengkapnya...
Diposkan oleh Icha di 09:25 0 komentar Link ke posting ini
Label:
motivasi
Jumat, 03 Juli 2009
Gelisah Hati
Menjalani hidup memang tak bisa dirumuskan dengan ilmu pasti. Itulah yang kemudian aku sadari.
Aku bersama sepupuku Pipit pergi ke tempat servis komputer untuk membersihkan laptop yang terkena Virus. Setelah beberapa menit menunggu, kami pergi berbelanja ke swalayan. Seperti biasa aku langsung menuju tempat bahan-bahan kue, sedangkan Pipit sibuk mencari bahan kebutuhan rumah tangganya. Kami sedang asyik dengan belanjaan ketika iba-tiba kami merasa lapar. Aku mengajak pipit makan siang di Quick Chicken, sebuah restoran kecil yang berjualan berbagai menu ayam seperti fried chicken dsb.
Ada yang berbeda dari wajah salah satu pelayan rumah makan itu. Ia menyambut kami dengan tidak ramah sama sekali hingga aku berfikir untuk menegurnya. Tapi ach.. abaikan saja. Hal seperti ini tak semestinya aku ributkan. Kami duduk di kursi depan di tengah pengunjung yang sepi. Aku sepertinya lebih rileks memandang kehidupan. Ada satu kesadaran baru: alangkah menjemukanya dunia ini kalau semua orang memiliki karakter dan rupa yang sama dengan diriku.
Waktu makan telah selesai. Degup jantungku berdetak-detak seperti tergores sebilah pisau tajam menyayat-nyayat.
Ada kesedihan yang mendalam ketika melihat ketidaksepurnaan. Seperti ingin memuntahkan makanan yang barusan tertelan karena rasa kasihan. Anak kecil itu! Anak itu berjalan bersama ayahnya. Wajahnya cacat tak sempurna. Kepalanya berbenjol-benjol seperti tumor yang akan segera mematikanya. Pilu aku melihatnya. Ia melihatku di balik pintu kaca rumah makan itu, menengadahkan tanganya demi sesuap nasi. Ayahnya menungguinya dari kejauhan. Hatiku meronta dan berteriak alangkah biadabnya seorang ayah yang memanfaatkan anaknya yang dalam keadaan memprihatikan. Aku ulurkan tanganku memberi sedikit yang aku punya. Ia terlihat girang. Tapi wajah itu tetap saja memprihatinkan. Aku menganggapnya ayah biadab. Ia merebut uang anaknya yang baru saja aku beri. Aku ingin tampar ayah biadab itu. Ingin sekali aku membantu bocah cacat itu tapi apalah daya! Wajah bocah cacat itu terlihat sedih. Aku bertanya padanya, "Adik sudah makan?"
"Belum," jawabnya. Oh tuhan aku masih saja tak berdaya melihatnya. Ayahnya tersenyum mirip cewek matre jalanan habis mendapat uang. Huh.. Sebel. Benar memang, meskipun tak sempurna, ternyata hidup tetap lebih indah dan menarik.
Gelisah hatiku yang mendalam adalah bagaian dari rasa sosial kemanusian. Mungkin justru ketidaksempurnaan membuat kita saling melengkapi dan saling membantu.
Baca Selengkapnya...Diposkan oleh Icha di 15:12 3 komentar Link ke posting ini
Rabu, 01 Juli 2009
Fenomena Wanita Trendy
Topik mengenai kehidupan wanita tidak akan mungkin habis untuk dikaji. Ia akan terus berkembang dari segi manapun. Bukan suatu hal yang tabu lagi bagi wanita, Khususnya remaja, bila mengikuti trend-trend atau mode terbaru. Apabila tidak dapat mengikutinya, ia dianggap wanita terbelakang, kuno, ketinggalan jaman. Apakah fakta ini masih layak diterima pada zaman sekarang ini?
Tidak dapat dipungkiri bahwa mode berbusana memang selalu mengalami perubahan, mulai dari jilbab dan kaos yang super ketat sampai celana pensil yang mirip belalang kelaparan. Sebagian mereka yang memakai ini adalah perempuan muslimah. Benarkah islam menganjurkan kita untuk berpakaian dengan mode seperti itu?
Islam itu mudah, tapi kita tidak boleh memudahkanya. Islam mengajarkan kita untuk berpakain yang panjang dan longgar. Aku pernah membaca sebuah hadis yg menjelaskan, "bagi kaum wanita hendaklah berpakain panjang terusan menyerupai terowongan mina." Maksud hadist itu adalah bahwa kita harus memanjangkan pakaian seperti halnya pakaian jubah yang dulu pernah dipakai wanita-wanita di jaman Rasulullah. Inilah yang semestinya.
Meski demikian, fakta yang kita lihat sekarang ini adalah bahwa perubahan mode tidak hanya terjadi pada non-jilbaber (para anti pemakai jilbab) tapi juga pada jilbaber (pemakai jilbab). Jadi kalau sekarang banyak baju Muslimah yang menutup aurat secara longgar, gaya dan modis, kenapa tidak kita coba untuk memakainya!! Tapi semuanya tentu terserah Anda. Semua pilihan ada apa diri masing-masing! Smile and let's be a gud muslimah, girls!!
Baca Selengkapnya...Diposkan oleh Icha di 05:44 2 komentar Link ke posting ini
